Sayang,, surat ini untukmu..
Seterang apapun cahaya hanya kau yang tak pernah merasa silau dan seredup apapun kerlipnya hanya matamu yang awas melihat arah suar.
Kau pasti tahu..
Pandanglah langit malam masih tersisa awan tadi senja yang samar menyembunyikan wajah bulan dikelambunya yang kelam. Lihat lagi, aku ada diantaranya berkedip padamu dari puncak malam. Aku menatapmu kekasih saat kau dendangkan senandung cinta untuk yang berwajah mungil.
Bintang kecil dilangit yang tinggi ingatlah aku disetiap sepimu. Karena aku disana cahaya tak berkesudahan akan selalu ada digelapmu terang di sudut hati.
Sayang, ini adalah perpisahan dan perjumpaan. Ini adalah jalan terang
bahagia yang lama kau impikan segera menjadi nyata. Maka sambutlah ini bukanlah kesedihan dan air mata melainkan symphoni dan keindahan untuk sebuah kemenangan.
Saat kau bahagia dengan caramu maka aku bahagia untukmu, saat kau memilih bahagiamu maka aku bahagia atas pilihanmu. Ini bukan selamat tinggal bukan pula ucapan selamat jalan. Namun membiarkan semuanya berjalan sesuai titahNya menuju hamparan langitNya adalah kebenaran.
Sayang, kelak ketika malam purnama tiba bawalah putramu dalam dekapan. Kuberi terang untuknya cahaya seribu cahaya biar berpendar di wajahnya. Dariku ia akan membawa kekuatan cinta disetiap langkah lincahnya.
Inilah kemenangan, kelak bila ia telah kau pandang dalam buaian aku dan kau telah melakukannya dengan baik, berdua kita telah sirnakan kesedihan perangi kebencian dan kegagalan.
Tak ada sesal, tak ada amarah, tak ada kekecewaan, tak ada air dariku. Ia akan membawa kekuatan cinta disetiap langkah lincahnya. Inilah kemenangan, kelak bila ia telah kau pandang dalam buaian aku dan kau telah melakukannya dengan baik, berdua kita telah sirnakan kesedihan perangi kebencian dan kegagalan.
Tak ada sesal, tak ada amarah, tak ada kekecewaan, taka ada air mata saat kau sampai diarah tuju dan aku telah ikhlaskan hatiku untuk bahagiamu. Sayang, kita menang !!!

Posting Komentar