Semalam Di Bukit Tinggi


Siang itu cuaca di Kota Padang cukup panas, bahkan lebih panas dari hari-hari sebelumnya. Meskipun masih pukul 11.00 Wib, namun teriknya matahari seperti sudah jam 13.00 saja.

Suasana di Wisama Tanah Rencong pagi Minggu (18/11) sedikit berbeda dengan hari biasa, hari itu sedikit lebih sepi. Sebagian mahasiswa Aceh yang menuntut ilmu di berbagai Universitas di Padang, Sumatera Barat pergi berlibur ke tempat-tempat wisata yang ada di Provinsi itu.

Hanya beberapa mahasiswa baru yang terlihat tinggal di wisma hunian anak Aceh di Provinsi yang terkenal dengan kulinernya. Tidak mau waktu liburan hanya ku habiskan di wisma tersebut, siang itu aku mengajak beberapa mahasiswa Aceh di Padang yang telah lama aku kenal untuk pergi berlibur ke Kota Bukit Tinggi.

Ajakan ku siang itu tidak ditolak oleh empat teman-teman ku itu. Mereka pun sebenarnya telah memiliki rencana untuk pergi berlibur ke kota Bukit Tinggi yang dikenal dengan cuaca dingin.

Dengan merental sebuah mobil di salah satu tempat di Kota Padang, siang itu kami pun menuju kota Bukit Tinggi. Namun, siang itu kami tidak melalui jalan yang biasa dilalui oleh kenderaan pada umumnya untuk menuju kesana. Kami lebih memilih melakukan perjalanan dari jalan lain agar dapat menikmati pemandangan alam Sumatera Barat.

Sepanjang perjalanan menuju Kota Bukit Tinggi, saya dan empat teman lainnya di suguhi bukit-bukit yang elok. Semilir angin pun  menemani  perjalanan kami hingga ke danau Maninjau, di Kabupaten Agam.

Rinai hujan menyambut kedatangan kami di lokasi wisata itu. Namun tak menyurutkan tak menyurutkan niat kami untuk mengabadikan keindahan danau Maninjau yang dikelilingi oleh bukit yang tertutup kabut.

Puas berfoto-foto kami pun mencari warung untuk menikmati secangkir kopi dan makanan khas Padang. Maklum saja, siang itu tak satupun yang sempat makan siang. Usai menikmati kopi kami pun melanjutkan perjalanan menuju kota tujuan yakni Bukit Tinggi.

Sepanjang perjalanan kami kembali disuguhi dengan keindahan panorama alam Sumatera Barat. Kelok 44, itulah nama tempatnya. Di sepanjang kelokan itu kami menikmati indahnya panorama alam sambil berfoto.

Waktu telah menunjukan pukul 20.00 Wib, kami kembali melanjutkan perjalanan. Tepat pukul 21.00 wib, kami tiba di Kota Bukit Tinggi, cuaca dingin khas Kota itu menyambut kedatangan kami.

Tiba di Kota Bukit Tinggi kami langsung menuju ikon kota tersebut yakni Jam Gadang. Meskipun waktu telah menunjukan 22.00 Wib, namun suasana di lokasi yang menjadi tujuan wisatawan lokal dan manca negara itu masih terlihat ramai. Ada yang sekedar duduk bersama keluarga dan kerabatnya, ada juga yang khusus datang ke situ untuk berfoto-foto.

Puas melihat-lihat suasana di jam Gadang, kami pun tak mau kehilangan momen liburan kali ini. Dengan menggunakan kamera digital dan kamera hp kami pun ikut berfoto-foto di Jam Gadang.

Satu hal yang sangat berkesan dalam liburan saya kali ini, tepat pukul 00.00 Wib, jam Gadang yang menjadi simbol Kota Bukit Tinggi itu berbunyi. Sudah lama saya ingin mendengarkan suara jam tersebut, namun dalam setiap liburan saya ke Kota itu tidak pernah kesampaian.

Usai menikmati suasana malam di Jam Gadang, kami pun bergegas menuju warung Aceh yang terletak tidak jauh dari lokasi Jam Gadang. Di warung itu kami menikmati kopi Acehyang terkenal nikmat. Tak terasa waktu menunjukan pukul 01.30 wib, kami pun menyudahi senda gurau di warkop itu dan kembali melanjutkan perjalanan mengelilingi Kota Bukit Tinggi.

Tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 03.00 wib. Namun suasana di kota itu masih saja terlihat ramai dipenuhi oleh wisatawan dari berbagai daerah.

Karena sudah hampir pagi dan belum semua tempat kami kunjungi, kami pun meninggalkan Kota Bukit Tinggi. Kali ini, tujuan kami adalah kebun teh dan Danau Kembar yang ada di Solok. Tepat pukul 06.00 wib, kami pun tiba di lokasi wisata kebanggaan masayarakat Sumbar.

Kabut tebal dan cuaca dingin kembali menyambut kedatangan kami. Namun dingin pagi itu tak lantas membuat kami mengurungkan niat untuk menikmati indahnya suasana pagi dan segarnya udara pegunungan.
Usai menikmati indahnya panorama alam Kabupaten Solok, kami pun kembali melajukan mobil menuju kota Padang. Liburan kali ini bersama anak-anak mahasiswa Aceh di Padang benar-benar berkesan dan tak akan terlupakan.

Ntah kapan saya dapat melakukan perjalanan serupa bersama mereka. Semoga saja keinginan saya untuk menginjakkan kaki di Kota Padang dapat terpenuhi lagi suatu saat nanti.[]
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. masrizal - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger